Bunga dan Vas Sebagai Elemen Dekoratif Dalam Ruangan
Langkah – langkah dalam merangkai bunga untuk pemula
- Pilih jenis dan jumlah bunga yang akan dirangkai
Sebelum memulai merangkai bunga, kita
harus memilih jenis bunga dan menentukan jumlah yang pas dengan
memperhatikan ukuran vas bunga, terutama bagian openingnya. Sediakan
bunga dengan jumlah yang cukup banyak, dan apabila dikumpulkan, luasnya
akan mendekati empat kali lipat dari lebar bukaan pada vas bunga.
Selain jumlah, pertimbangkan juga
kesesuaian warna antara satu bunga dengan bunga yang lain dalam satu
rangkain. Agar lebih ‘aman‘, sebaiknya pilih beberapa jenis bunga dengan
warna senada atau monokromatis. Cukup pilih 3 hingga 5 jenis bunga
dengan warna yang senada.
- Siapkan vas bunga
Bunga yang akan diletakkan di vas bunga
adalah bunga potong, atau bunga yang sudah dipotong dari tanamannya.
Untuk menjaga kesegaran bunga potong ini, vas bunga harus diisi dengan
air yang memiliki cukup kandungan asam, gula, dan antibacterial agent. Unsur
asam berguna untuk membuat air bisa masuk ke dalam pori – pori tangkai
bunga lebih mudah, sementara gula berfungsi sebagai nutrisi yang menjaga
kesegaran lebih lama. Antibacterial agent bermanfaat untuk membunuh
bakteri. Lemon-lime soda merupakan zat yang sudah mengandung cukup asam
dan gula, sedangkan untuk bacterial agent, kita bisa menggunakan bleach atau pemutih.
Isi vas bunga dengan air hingga mengisi
tiga perempat bagian vas. Tambahkan lemon-lime soda ke dalam air dengan
komposisi 1:3, lalu tambahkan sedikit bleach.
- Buat agar vas tampak “penuh”
Kebanyakan, rangkaian bunga yang dibuat
oleh florist profesional terlihat “penuh” dan tanpa menampakkan tangkai
bunga. Hal ini bisa disiasati dengan menggunakan vas keramik, lalu
memenuhi opening vas dengan bunga yang banyak. Namun untuk vas dari
bahan kaca, kita perlu mensiasatinya agar tangkai bunga tidak terlihat,
salah satunya dengan menambahkan lining dari daun – daun yang lebar dan rata, misalnya aspidistra.
- Pasang selotip pada bukaan atau bibir bunga
Karena jenis dan ukuran bunga
bervariasi, untuk menjaga agar posisinya stabil kita bisa menempelkan
isolasi atau selotip di bibir vas bunga. Selotip yang digunakan adalah
double-tape bening yang tidak akan nampak mencolok dari luar.
- Siapkan bunga yang akan dirangkai
Bunga potong yang akan dipilih haruslah
bunga yang segar dan tanpa daun. Jika masih ada daun yang tersisa di
tangkai, sebaiknya dipotong terlebih dahulu karena daun ini nantinya
akan layu, membusuk, dan berpotensi menjadi sumber timbulnya bakteri.
Gunakan pisau yang tajam untuk memotong daun – daunnya. Pisau yang
digunakan ini adalah pisau pemotong bunga yang khusus, dan bukan pisau
dapur atau pisau biasa. Gunakan juga pisau ini untuk memotong tangkai
bunga secara diagonal guna memudahkan air untuk terserap ke dalam pori –
porinya. Akan lebih baik jika kita memotong tangkai bunga di bawah air
yang mengalir untuk menjaga agar tidak ada udara yang masuk ke dalam
tangkainya. Udara yang masuk ke dalam tangkai akan memblok atau
menghambat penyerapan air.
- Atur bunga dengan komposisi yang pas
Bagi pemula, kebanyakan mereka merasa
kesulitan untuk mengatur komposisi bunga yang tepat. Cara paling
sederhana untuk menata komposisi bunga adalah dengan mengelompokkan
bunga yang sejenis, dan bukan menyebarkannya secara acak. Gunakan tape
untuk memisahkan tiap jenis bunga ke dalam bagian – bagian tertentu
(sections), lalu tempatkan bunga di dalam bagian yang sudah ditentukan.
Mulailah dari salah satu sisi vas hingga ke seluruhan mulut vas terisi
penuh. Lalu, bunga yang dekat dengan garis tepi vas dipotong lebih
pendek, sementara bunga yang ada di tengah harus sedikit lebih tinggi,
hingga membentuk kubah dan tangkainya tidak terlihat.
- Tambahkan aksesoris bunga untuk memenuhi space tersisa
Jika di tengah rangkaian bunga masih
terdapat space tersisa, tambahkan aksesoris. Aksesoris yang dipilih
haruslah aksesoris yang bisa menyatukan seluruh bunga. Bisa juga Anda
menambahkan lebih banyak daun agar bunga yang ada di tengah vas bisa
terlihat penuh.
